Menghitung hari……
Kenapa jam begitu lama untuk berdetak….? Kenapa hari begitu lama untuk berganti….?
Tak sabar kutunggu hari liburku. Tak sabar kutunggu pertemuanku dengan keluargaku tercinta. Aku tahu, semakin aku menantikannya, semakin tersiksa aku menunggunya. Sang waktu, kau tak berpihak padaku….
Tak sabar kutunggu hari liburku. Tak sabar kutunggu pertemuanku dengan keluargaku tercinta. Aku tahu, semakin aku menantikannya, semakin tersiksa aku menunggunya. Sang waktu, kau tak berpihak padaku….
Ku tunggu kau kutunggu…..dan akhirnya kau datang juga wahai hari liburku.
Ku kemas semua barangku. Ku yakinkan diriku kalau tak ada barang yang tertinggal. Dengan langkah cepat, kakiku berjalan menuju rumah nenekku di Singosari. Besok aku akan pergi bersama nenekku ke kota tercintaku, Balikpapan. Memang, aku tak sabar untuk bertemu keluarga tercintaku di Balikpapan, dan hari yang kunantikan masih besok yang artinya aku harus menunggu lagi…..
Ku kemas semua barangku. Ku yakinkan diriku kalau tak ada barang yang tertinggal. Dengan langkah cepat, kakiku berjalan menuju rumah nenekku di Singosari. Besok aku akan pergi bersama nenekku ke kota tercintaku, Balikpapan. Memang, aku tak sabar untuk bertemu keluarga tercintaku di Balikpapan, dan hari yang kunantikan masih besok yang artinya aku harus menunggu lagi…..
Esok paginya, aku dan nenekku beriap-siap. Tak sabar rasanya. Tapi….ouch, aku lupa. Aku lupa pesan travel untuk ke bandara Juanda…. Segera kutelpon travel langgananku. Kuharap masih bisa pesan travel untuk hari ini.
